WARKOP CARITA SINJAI

Tak Sekedar Menikmati Kopi

MUSIRAWAS,BB – Sebuah peristiwa menarik saat proses penangkapan dilakukan Unit Reresersek Kriminal Polres Musi Rawas terhadap dua orang pelaku begal bersenjata bernama Rodyanto (40), dan Indra (35)

Kala itu petugas kepolisian hendak menyergap kedua pelaku. Namun pelaku melakukan perlawanan. Aksi dramatis pun terjadi. Tak pelak pelaku menyerang dengan tangan kosong. Polisi berbekal ilmu bela diri dengan sigap melawan pelaku.

Sekali tendangan seorang petugas kepolisian mengenai salah seorang pelaku membuat pelaku langsung terhuyung-huyung, sementara rekan pelaku langsung mengeluarkan sebilah pisau, lagi-lagi menyerang petugas kepolisian dari arah belakang. Yang sementara menyebut nama korban bernama “Ingatlah korbanmu”? tanya petugas kepolisian kepada pelaku

Petugas lainnya melihat jiwa rekannya terancam, sehingga melepaskan sekali tembakan, setelah sebelumnya melepaskan tiga kali tembakan ke udara. Peluru menerjang kaki pelaku seketika tumbang lalu berujar dengan nada,”Aku bocor Pak” ujar pelaku.

Kedua pelaku terkapar di Jalan, selanjutnya petugas kepolisian mengevakuasi ke Rumah Sakit untuk mendapat perawatan medis guna mengangkat proyektil yang bersarang di kaki kedua pelaku.

Kapolres Musirawas AKBP Efrannedy mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula saat seorang korban yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN), bernama Ingatlah usianya 54 tahun menjadi korban pembegalan tepatnya di Desa Sukarena, Kecamatan Suka Karya.

“Korban dalam keterangannya menyebutkan bahwa dirinya terjatuh dari motor setelah ditendang oleh pelaku begal pemotor berboncengan. Melihat korban terjatuh salah satu pelaku mengancam korban dengan sebilah pisau dengan maksud melarang korban untuk tidak teriak dan melakukan perlawanan, kesempatan itu dimanfaatkan satu rekan pelaku dengan membawa kabur motor korban jenis Yamaha Jupiter Z, selain itu menjarah beberapa harta korban berupa ponsel anjungan tunai mandiri (ATM), uang tunai senilai Rp3 juta,” terang AKBP Efrannedy, Sabtu (17/10/2020)

Laporan korban selanjutnya ditindaklanjuti Unit Reskrim Polres Musi Rawas pada Kamis (15/19/2020), yang dipimpin Kasat Reskrim, AKP Alex Andryan yang turun menyelidiki pelaku.

“Proses penyelidikan berbuah hasil, dua orang pelaku teridentifikasi serta keberadaannya diketahui tengah berada disebuah perkampungan Desa Remayu, Kecamatan Tuah Negeri. Disana kedua pelaku sedang asyik bermain kartu. Petugas kemudian hendak menyergapnya. Namun pelaku tak ciut nyali. Ia berbekal sebilah pisau melakukan perlawanan. Upaya persuasif dilakukan dengan melepaskan tiga kali tembakan ke udara. Namun pelaku tak menghentikan aksi brutalnya dengan menyerang petugas,” jelas Kapolres.

Personel melihat jiwa rekannya terancam, dengan terpaksa moncong pistol diarahkan secara terukur, sebutir peluru kembali dilepaskan dan melesat dikaki kedua pelaku seketika kedua pelaku roboh, setelah tak berkutik, petugas mengevakuasinya ke Rumah Sakit untuk mendapat perawatan medis.

“Usai pengangkatan proyektil yang bersarang dikaki pelaku, petugas lalu menggiring kedua pelaku bersama barang bukti kejahatannya ke Mapolres Musi Waras untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan,”

Kepada polisi tambah Kapolres, keduanya mengakui perbuatannya bahwa betul saja keduanya melakukan aksi begal terhadap korban (Inilah).

“Keduanya mengaku jika saat kejadian berlangsung. Ia lebih dulu menendang kaki korban yang sementara mengendarai motor. Begitu korban terjatuh, salah satu dari mereka langsung menghampiri korban lalu mengancam korban dengan sebilah pisau agar korban tidak teriak dan melakukan perlawanan, sementara rekannya memanfaatkan situasi itu membawa kabur motor korban. Barang korban belum sempat dijual oleh pelaku dan berhasil disita. Kini kedua pelaku meringkuk di bui sel Mapolres Musi Rawas,” AKBP Efrannedy menandaskan. (Yuniar SM)

BERITA INI TELAH TAYANG LEBIH AWAL DI : MEDIA DARING BERITA BERSATU